Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit (RS) Persahabatan, Erlina Burhan. (Foto : Instagram @erlinaburhan)

Femme.id, Jakarta – Sosok Erlina Burhan, 56, warawiri dalam pemberitaan seputar pandemi covid-19 di televisi, radio, dan seminar daring. Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit (RS) Persahabatan tersebut aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan covid-19.

Dalam bincang-bincang di Graha BNPB yang disiarkan langsung akun Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, kemarin, Erlina mengatakan perempuan harus bisa berperan sebagai apa pun yang bisa dilakukan pada masa pandemi.

“Apa pun yang bisa dilakukan, besar atau kecil, semua sangat berarti bagi bangsa saat menghadapi pandemi ini,” kata Erlina. Tenaga kesehatan perempuan, misalnya, selain bekerja di rumah sakit, juga tetap memiliki peran di keluarga dan lingkungannya.

Karena itu, dia meminta para tenaga kesehatan perempuan untuk menjaga diri, menjaga kesehatan, dan menjaga stamina karena juga memiliki keluarga dan pasien lain noncovid-19. “Tidak hanya saat ini kita menjadi tenaga kesehatan, tidak hanya pada masa pandemi covid-19. Kebanyakan tenaga kesehatan adalah perempuan,” tuturnya.

Erlina juga memuji para tenaga kesehatan perempuan yang tetap menjalankan peran ganda. Selain bekerja di rumah sakit, juga tetap memastikan keluarga mereka mendapatkan makanan yang bergizi dan berkontribusi pada lingkungan mereka. “Tenaga kesehatan perempuan bisa memberikan edukasi yang benar tentang covid-19 kepada keluarga, tetangga, teman, grup-grup arisan, dan lingkungannya,” katanya.

Erlina menjadi salah satu narasumber dalam bincang-bincang yang diadakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam rangka Hari Kartini. Selain Erlina, narasumber lainnya ialah Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Ma nagement Center Rahmawati Husein, Sekretaris Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Yayah Ruchyati, dengan dipandu Olivia Zalianty.

Kompetensi

Bergelut di bidang pulmonologi selama 30 tahun, Erlina dianggap sangat berkompeten menjadi narasumber tepercaya dalam diskusi dan edukasi seputar covid-19.

“Jangan panik dengan korona, jangan borong-borong masker dan hand sanitizer,” demikian sarannya ketika melihat masyarakat memborong kedua barang tersebut. “Intinya, jaga jarak aman, stay at home, jika batuk tutup dengan siku, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Lakukan semuanya dengan disiplin,” kata perempuan kelahiran Padang tersebut.

RS Persahabatan merupakan salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien covid-19. ”Saya kadang nangis melihat dokter dan perawat yang menangani para pasien, kita semua capek. Tapi ketika ada pasien sembuh, itu suatu kebahagiaan, itu hadiah buat kami para tenaga kesehatan,” ujar Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta, anggota Satgas Covid-19 PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan juru bicara tim dokter pasien covid-19 RSUP Persahabatan tersebut.

Erlina memperoleh gelar dokter umum dari Universitas Andalas, Sumatra Barat (1989), gelar magister sains dari Heidelberg University, Jerman (1995), gelar dokter spesialis paru (SpP) dari Universitas Indonesia (2004), dan gelar doktor dari Universitas Indonesia pada 2012.

Ia aktif di dalam organisasi yang mempunyai perhatian tinggi, terutama terhadap tuberkulosis dan penyakit infeksi paru, seperti The American Thoracic Society (ATS), The Asian Pacific Society of Respirology (APSR), The International Union of Tuberculosis and Lung Disease (IUTLD), dan World Health Organization (WHO). Bahkan, Erlina terpilih menjadi panelis pada interactive civil society hearing on the fight against tuberculosis di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada 2018. Demikian, seperti dikutip Mediaindonesia.com (*/med)