Halloseleb.com, Jakarta – Kabar meninggalnya Glenn Fredly membuat banyak orang terkejut. Apalagi, sosok pria berusia 44 tahun itu tak hanya sukses sebagai penyanyi dan pencipta lagu. Ia juga dikenal aktif berjuang untuk membangun ekosistem musik yang sehat di Indonesia.

Salah satunya dengan mendirikan Koalisi Musik Indonesia (Kami) dan menyelenggarakan konferensi musik pertama di Ambon pada 2018, dan di Bandung pada 2019 lalu.

Glenn Fredly mengatakan, konferensi musik ini ia selenggarakan dengan tujuan untuk mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan di bidang musik, demi membangun satu ekosistem harapan semua pihak. Yaitu, menjadikan industri musik memiliki kesejahteraan, dan keadilan bersama.

Penyanyi, Glenn Fredly Deviano Latuihamallo. (Foto : Instagram @glennfredly309)

Ia berharap nantinya, pengelolaan ini bisa berkembang dan berpotensi pada bakat yang bekembang. Sebelumnya, tidak ada yang menyangka bahwa Ambon bisa menjadi kota musik dunia. Sebab dalam hal industri segala sesuatu harus sudah siap, dari infrastruktur dan pendidikan.

“Konferensi musik nasional pertama di Ambon berhasil mendudukkan tiga komponen penting yakni pemerintah, swasta, dan ekosistemnya. Akhirnya, Ambon pun jadi kota musik dunia. Salah satu syarat agar menjadi kota musik dunia adalah harus ada konferensi,” terangnya saat itu.

Selain itu, Glenn Fredly juga menginisiasi lahirnya aplikasi musik yang diberi nama MusikBagus. Aplikasi ini dibuat untuk menunjang ekosistem musik digital sekaligus memberi hak yang adil bagi para pencipta lagu.

Melalui aplikasi ini, musisi kelahiran Jakarta, 30 September 1975 tersebut ingin perjuangannya untuk menyejahterakan kehidupan insan musik di Indonesia, terutama pencipta lagu, bisa lebih fleksibel. Mereka bisa lebih mudah mendapatkan royalti atas lagu-lagu karya mereka.

“Saya ingin membangun industri musik yang sehat. Ini penting untuk kelangsungan generasi pemusik kita. Jadi konsep pembagian hasil royalti itu dibalik, tak lagi lebih besar ke label, tapi ke pemilik lagunya,” ujarnya. (bis)