Harga cabai merah keriting masih terus meningkat drastis, hal itu diprediksi akan terus berlaku sampai tahun 2021. (Foto: pixabay.com)

Femme.id, Jakarta – Analis Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Muhammad Firdaus mengatakan jika selepas masa panen pada Agustus 2020 lalu, saat ini harga cabai merah keriting masih terus meningkat drastis, hal itu diprediksi akan terus berlaku sampai tahun 2021. 

“Prediksinya ini akan terus naik sampai ke Desember hingga Januari. Terlebih masa panen sudah selesai di bulan Agustus lalu, sehingga stok akan semakin menipis,” ucapnya dalam wawancaranya bersama Pro3 RRI, Jumat (6/11/2020).

Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat rumah tangga dapat mengantisipasi hal tersebut dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara memilih mengonsumsi seperti produk saus sambal.

“Antisipasi yang bisa dilakukan oleh rumah tangga yaitu dengan mengonsumsi produk turunan cabai, bukan dari yang segar. Misalnya saus sambal atau bubuk cabai atau malah cabai yang dibekukan,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun dari Portal Informasi Harga Pangan (PRIANGAN) harga cabai merah keriting pada Oktober minggu pertama berada di angka Rp 27.683, lalu meningkat drastis pada minggu kedua dan ketiga Oktober di angka Rp 35.511 dan Rp 36.104.

Pada minggu keempat, harga cabai sempat mengalami penurunan di angka Rp 35.308 pada. Namun, kembali meningkat pada Oktober minggu kelima di angka Rp 36.632 dan pada November minggu pertama mencapai angka Rp 37.750. 

Peningkatkan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan harga terendah sementara tahun 2020, yaitu pada bulan Juni minggu ketiga di angka Rp 21.180. (rad)