Hubungan seks membantu menjaga hubungan intim dan memberikan perasaan memiliki kehidupan seks yang aktif. (Foto : Instagram @cutiemackey)

Femme.id, Jakarta – Kehidupan seks yang sehat dapat memperkuat ikatan pernikahan dengan pasangan. Seks juga memiliki banyak manfaat pada kesehatan suami-istri. Tapi berapa sering hubungan seks yang normal bagi pasangan?

Tidak ada jawaban benar atau salah untuk pertanyaan ini. Media mungkin membelokkan pandangan tentang jumlah hubungan intim yang sehat. Banyak faktor yang memengaruhi seberapa sering orang berhubungan seks, termasuk usia, kesehatan, stres, suasana hati, dan hasrat seksual mereka.

Manfaat kesehatan berhubungan intim memengaruhi kesehatan seseorang seperti meningkatkan suasana hati Anda, mengurangi stres, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menurunkan tekanan darah. Hubungan seks juga adalah pereda nyeri alami dan membantu melawan penyakit jantung. Meski begitu, hanya Anda dan pasangan yang bisa memutuskan seberapa banyak seks yang tepat untuk Anda berdua.

Hubungan seks secara teratur adalah faktor yang lebih penting dalam menjaga hubungan yang bahagia. (Foto : Instagram @cutiemackey)

Seperti dilansir Verywell Mind, penelitian menunjukkan bahwa melakukan hubungan seks secara teratur adalah faktor yang lebih penting dalam menjaga hubungan yang bahagia daripada uang. Kebanyakan pasangan biasanya melakukan hubungan seks sekali seminggu.

Hubungan seks membantu menjaga hubungan intim dan memberikan perasaan memiliki kehidupan seks yang aktif, tetapi masih memungkinkan waktu untuk antisipasi dan spontanitas. Sebab seks adalah pengalaman yang khusus daripada rutinitas sehari-hari.

Jumlah Ideal untuk Pasutri Berhubungan Seks

Berhubungan seks lebih dari sekali dalam seminggu biasanya membuat pasangan merasa sama bahagia seperti jika mereka melakukan hubungan seks hanya seminggu sekali. Sedangkan pasangan paling bahagia dan hubungan paling stabil melakukan hubungan seksnya sesering dari yang mereka inginkan.

Kebanyakan pria dan wanita merasa bahwa kehidupan seks yang memuaskan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan, tetapi itu tidak memainkan peran penting dalam kebahagiaan mereka. Sekitar 90 persen pria dan wanita sepakat bahwa ‘hubungan yang baik dengan pasangan atau pasangan adalah penting untuk kualitas hidup’.

Sekitar setengah dari pria dan wanita merasa bahwa walaupun seks memberi mereka kesenangan, itu bukan bagian penting dari hubungan yang baik dan sehat.

Sekitar setengah dari pria dan wanita dalam hubungan heteroseksual puas dengan seberapa sering mereka berhubungan seks dengan pasangan mereka. Setengah lainnya dari pria tidak puas dengan jumlah seks yang biasanya mereka lakukan karena mereka menginginkan lebih banyak seks. Sekitar dua pertiga wanita yang tidak puas berpendapat sama.

Karena pria cenderung memikirkan seks dan lebih merasakan hasrat seksual daripada wanita, pria memiliki kemungkinan delapan kali lebih besar untuk merangsang diri sendiri.

Faktor penting mendorong hasrat seksual

Usia dan kesehatan memainkan peran penting dalam menentukan dorongan seksual Anda. Seiring berlalunya waktu, masalah seksual dapat berkembang, termasuk disfungsi ereksi, hilangnya minat dalam seks, kecemasan tentang kinerja, dan masalah klimaks. Ketika masalah kesehatan mulai bermanifestasi selama bertahun-tahun, hubungan seks sering dibakar.

Sangat mungkin untuk melakukan hubungan seks hingga usia 80-an. Hampir 40 persen pria berusia antara 75 dan 85 melakukan hubungan seks dengan pasangan mereka, terutama berkat berbagai obat disfungsi ereksi yang tersedia untuk membantu.
Pentingnya kualitas dibandingkan kuantitas
Kualitas seks yang Anda miliki jauh lebih penting daripada kuantitasnya. Kebahagiaan pria cenderung lebih banyak berasal dari aspek fisik seks. Sedangkan kebahagiaan wanita lebih banyak berasal dari aspek emosional.

Hal terpenting dalam hubungan Anda adalah berbicara satu sama lain tentang hasrat seksual Anda dan tetap berkomunikasi dengan baik. Jika Anda ingin berhubungan seks lebih sering atau membumbui semuanya, beri tahu pasangan Anda. Komunikasi menjadi penghubung yang sangat penting di antara pasangan. Demikian, seperti dikutip Medcom.id. (*/med)