Kegiatan GTS telah dilaksanakan di 191 sekolah. (Foto : Instagram @id_pantai)

Femme.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) sejak Tahun 2016 melaksanakan kegiatan penyadartahuan  tentang upaya konservasi laut dan pesisir melalui program Conservation Goes to School (GTS).

Kegiatan GTS telah dilaksanakan di 191 sekolah dengan melibatkan sebanyak 13.141 anak usia sekolah di seluruh kawasan konservasi perairan nasional (KKPN) di bawah pengelolaan BKKPN Kupang.

“Laut merupakan masa depan bangsa yang harus dijaga sehingga pengenalan laut dan menanamkan rasa cinta terhadap laut harus dilakukan sedini mungkin kepada para anak muda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Aryo Hanggono di Jakarta (25/6/2020).

Program GTS dilaksanakan dengan 2 metode utama yaitu secara indoor dan outdoor. Kegiatan Indoor dilaksanakan dalam bentuk class learning dengan pembelajaran interaktif mengenai ekosistem pesisir diselingi kuis, sedangkan kegiatan outdoor dilaksanakan dengan turun ke lapangan dalam bentuk field trip menunjukkan ekosistem secara langsung. Pengetahuan yang dibagikan mencakup definisi ekosistem pesisir, ancaman dan penanganannya.

Sementara itu, dalam rangka memantapkan pelaksanaan program GTS ke depan bagi anak usia dini, BKKPN Kupang menyelenggarakan Webinar bertajuk BKKPN Talk “Conservation Goes to School dalam Perspektif Menanamkan Rasa Cinta Laut Kepada Anak Usia Dini dan Remaja” yang dilaksanakan pada Hari Selasa (23/06) dengan melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), akademisi, serta instansi pendidikan untuk bersama-sama mendiskusikan terkait metode yang efektif dalam menanamkan Cinta Laut kepada anak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Aryo menyampaikan bahwa kegiatan penyadartahuan harus menekankan pada perubahan mindset anak muda dari mindset negara agraris ke negara maritim, sehingga diharapkan dengan terbentuknya mindset tersebut secara tidak langsung akan timbul rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan laut.

“Rasa cinta dan peduli terhadap laut saya rasa akan timbul dengan sendirinya jika mindset anak muda sudah berubah dari negara agraris ke negara maritim. Oleh sebab itu penting untuk mendidik anak sedini mungkin tentang sikap yang seharusnya dimiliki oleh bangsa dari sebuah negara maritim,” tambah Aryo.

Kepala BKKPN Kupang, Ikram M. Sangadji menjelaskan bahwa menjaga dan menumbuhkan rasa cinta laut bukan kewajiban satu pihak tapi membutuhkan peran serta dari banyak pihak mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, guru, masyarakat hingga orang tua. BKKPN Kupang mengajak semua pihak agar dapat berperan dalam mendukung pendidikan anak tentang mencintai laut.

 “Pendidikan mencintai laut dapat dimulai dari hal kecil seperti mengajari anak untuk tidak membuang sampah sembarangan ke laut dan menjelaskan kenapa hal ini penting untuk dilakukan,” tutur Ikram.

Melalui kegiatan webinar ini, kedepan diharapkan akan tercipta sebuah kolaborasi antara KKP, Kemdikbud dan praktisi pendidikan dalam menumbuhkan rasa cinta laut kepada anak di usia dini melalui program yang kreatif atau sistem kurikulum pendidikan yang berbasis pada pengembangan muatan lokal di sekolah formal maupun informal. (kkp)