Perhatikan kuku ketika Anda mencuci tangan, termasuk ujung jari. (Foto : Pinterest)

Femme.id, Jakarta – Seperti rambut dan kulit, kuku pun menjadi bagian tubuh yang perlu dijaga kesehatan dan kebersihannya. Walau begitu, banyak orang mengira memelihara kuku harus dilakukan di salon. Padahal, rangkaian cara merawat kuku sebenarnya lebih sehat dilakukan sendiri di rumah.

Cara merawat kuku, baik kuku tangan maupun kuku kaki

Berikut ini beberapa cara merawat kuku yang perlu diterapkan di rumah :

1. Gunakan sabun saat membersihkan kuku

Senantiasa perhatikan kuku ketika Anda mencuci tangan, termasuk ujung jari. Gunakan sabun antibakteri untuk hasil yang optimal.

Kuku kaki juga penting untuk rutin dibersihkan setiap Anda mandi, termasuk menggunakan sabun. Agar sela-sela kuku bersih maksimal, gunakan spons atau handuk kecil.

2. Potong kuku untuk menghindari bakteri

Kuku yang pendek memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk didatangi bakteri dan kotoran. Anda disarankan untuk selalu mengecek kuku setelah mandi, baik di pagi atau malam hari, agar lebih mudah untuk dipotong.

Pemotong kuku juga sebaiknya tidak digunakan bersama dengan orang lain, untuk menurunkan risiko infeksi mikroba.

3. Keringkan kuku dengan hati-hati

Setelah membersihkan kaki atau tangan, Anda akan perlu mengeringkan kuku menggunakan handuk yang bersih. Mengeringkan kuku dapat mencegah agar air tidak ‘melunakkan’ kuku dan mengurangi risiko infeksi pada bagian jari tersebut.

4. Rendam kaki dalam air hangat

Salah satu cara merawat kuku kaki adalah dengan rutin merendamnya dalam air hangat. Kebiasaan sehat ini dapat mengusir dan memecah kotoran di sela-sela kuku kaki. Setelah itu, jangan lupa untuk membersihkan dan mengeringkan kaki Anda.

5. Oleskan pelembap

Untuk membuat kuku lebih sehat, Anda bisa menggunakan pelembap di tangan yang disertai pada kuku tangan. 
Begitu juga dengan kuku kaki. Anda bisa mencari losion kaki, dan mengaplikasikannya pada bagian kuku. Losion bisa dioleskan setelah kering seusai mandi atau merendam kaki, agar losion lebih terserap dengan baik. Tak perlu terburu-buru, nikmati momen tersebut untuk memanjakan kulit tangan dan kaki Anda.

Ingin hasil yang lebih optimal? Balut kaki dengan kaos kaki yang bersih setelah mengoleskan losion.

6. Berhati-hati dengan cat kuku

Anda mungkin gemar mengoleskan cat kuku untuk membuatnya menjadi lebih menarik dan menggemaskan. Walau begitu, Anda harus berhati-hati dengan produk cat kuku terkait zat beracunnya. Sikap waspada ini pun perlu diterapkan pada cat kuku yang mencantumkan label bebas toxic sekalipun.

Apabila ingin membersihkan cat kuku, pastikan Anda menggunakan pembersih non-aseton, karena zat ini dapat merusak kuku. Selain itu, Anda bisa mengurangi frekuensi menggunakan dan bergonta-ganti cat kuku.

7. Kurangi frekuensi meni-pedi

Anda mungkin menjadi pelanggan salon untuk melakukan manikur dan pedikur. Walau begitu, ahli dari Mt. Sinai menemukan bahwa orang yang sering melakukan manikur-pedikur lebih rentan untuk memiliki kuku kering dan rapuh. Para ahli tersebut memperkirakan, paparan zat kimia berbahaya pada produk manikur menjadi pemicu masalah pada kuku pecinta meni-pedi.

Tak hanya itu, meni-pedi meningkatkan risiko infeksi pada bagian dasar kuku yang ditandai dengan pembengkakan.

8. Jangan menggigit kuku tangan

Kebiasaan menggigit-gigit kuku tangan dapat merusak bagian dasar kuku. Bahkan, luka kecil di sela-sela kuku tangan dapat mengundang masuknya bakteri atau jamur, sehingga menimbulkan infeksi.

9. Mengonsumsi suplemen biotin

Sebagai pelengkap cara merawat kuku, Anda boleh berdiskusi dengan dokter terkait konsumsi suplemen biotin (vitamin B7). Suplemen ini diyakini dapat menguatkan kuku. Walau begitu, Anda tak bisa mengonsumsi suplemen ini saat hamil.

10. Kenali gejala-gejala tak biasa pada kuku

Terakhir, apabila Anda mengalami masalah pada kuku yang tak kunjung hilang setelah beberapa hari, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kulit. (seh)